Jumat, 28 Februari 2014

Ilmuwan Kloning Pertama Raih Nobel Kesehatan 2012



Ilmuwan dari Inggris dan Jepang berbagi Nobel Kesehatan 2012 untuk penemuan mereka, yang menguak bahwa sel dewasa bisa diubah kembali menjadi sel induk (stem cell) mirip embrio, yang suatu hari nanti bisa digunakan untuk menumbuhkan kembali jaringan di otak, jantung, dan organ lain yang rusak.

John Gurdon (79) dari Gurdon Institute in Cambridge, Inggris dan Shinya Yamanaka (50) dari Kyoto University, Jepang menemukan cara untuk menciptakan jaringan yang bisa bertindak seperti sel embrio, tanpa harus mengumpulkan sel-sel itu dari embrio.

Keduanya berbagi hadiah senilai US$1,2 juta dari Komite Nobel. Untuk usaha keras Gurdon yang dimulai 50 tahun lalu dan diakhiri Yamanaka pada tahun 2006 lalu, dengan sebuah eksperimen yang mengubah bidang "kedokteran regeneratif" -- mencari cara untuk menyembuhkan penyakit dengan cara menumbuhkan jaringan yang sehat.



"Penemuan-penemuan luar biasa itu telah mengubah pandangan kita secara keseluruhan tentang pengembangan dan spesialisasi sel," demikian pengumuman Majelis Nobel di Stockholm.

Untuk diketahui, keseluruhan tubuh kita berawal dari sel induk, yang akhirnya berkembang menjadi jaringan seperti kulit, darah, syaraf, otot, dan tulang. Harapan terbesarnya, sel induk nantinya bisa ditumbuhkan untuk menggantikan jaringan yang rusak, misalnya kasus cedera tulang belakang pada penyakit Parkinson.

Sebelumnya, para ilmuwan berpikir, tak mungkin mengubah jaringan milik orang dewasa menjadi sel induk. Itu berarti, dulu, sel induk baru hanya bisa diciptakan dengan cara mengambilnya dari embrio, yang memicu penolakan etis, dan membuat penelitian soal ini dilarang di sejumlah negara.

Pada tahun 1962, Gurdon menjadi ilmuwan pertama yang berhasil mengkloning binatang. Membuat seekor kecebong sehat dari telur katak dengan DNA dari sel usus kecebong lain -- beberapa dekade sebelum ilmuwan lain membuat berita utama karena berhasil mengkloning mamalia pertama dari DNA dewasa, Dolly.

Lebih dari 40 tahun kemudian, Yamanaka memproduksi sel-sel induk tikus dari sel kulit tikus dewasa dengan memasukkan sejumlah kecil gen. Temuan itu adalah sebuah terobosan, yang menunjukan perkembangan yang  terjadi dalam jaringan dewasa bisa saja terbalik, atau dengan kata lain, memungkinkan mengubah jaringan dewasa menjadi sel-sel yang berperilaku seperti embrio.

Sel induk yang dibuat dari jaringan dewasa dikenal sebagai induced pluripotency stem cellsatau sel iPS. Karena pasien mungkin suatu hari dapat diobati dengan sel induk dari jaringan mereka sendiri, peluang penolakan tubuh, lebih kecil.

"Kami ingin dapat menemukan cara untuk mendapatkan jantung cadangan atau sel-sel otak dari sel kulit atau darah. Hal terpenting adalah bahwa sel-sel pengganti harus berasal dari individu yang sama, untuk menghindari penolakan tubuh," demikian ditulis dalam situs institut milik Gurdon.


0 komentar:

Posting Komentar